Saturday, August 20, 2005

Melepaskan sepenuhnya

Malam menjadi terlalu hening. Yang terdengar hanya isak tangis tak berhenti di tiap sudut ruangan kalbu. Bulir-bulir air terus berjatuhan dari sudut mata, membasahi hati yang kehilangan. Sementara lantunan doa tak berhenti mengisi ruang hampa yang telah ditinggalkannya. Dia yang kami kasihi sudah pulang dengan tenang. Dan kami yang dia tinggalkan, harus belajar banyak;

Ketika mencintai harus melepaskan sepenuhnya
Ketika ikhlas bahkan terlalu sulit untuk terucap di bibir
Ketika sabar membutuhkan banyak helaan napas
Ketika tabah membuat tersadar akan kehilangan besar

Dan akhirnya,
kerinduan tak kan mampu terbalaskan untuknya yang telah pergi
Airmata tak kan pernah cukup melepas kepergian dia orang terkasih


Redakan..


Lepaskan..




*Dukaku atas kepergian dia yang kami kasihi.
Tubagus Farid Wadjdi 20 desember 1944 - 20 Agustus 2005.